PERAN KOMUNIKASI DUTA HARMONI DALAM KONTRA-PROPAGANDA RADIKALISME DI DUNIA MAYA
DOI
10.59017/oratiodirecta.v4i1.67Kata Kunci:
Kontra-propaganda, Radikalisme daring, Duta Harmoni, Media sosial, KoordinasiAbstrak
Penelitian ini mengkaji peran komunikasi Duta Harmoni, yang dalam program juga disebut Duta Damai Dunia Maya, dalam kontra-propaganda radikalisme di internet. Kajian berfokus pada tiga persoalan: aktivitas komunikasi para duta, koordinasi dengan Pusat Media Damai, serta hambatan pelaksanaan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data primer diperoleh melalui observasi nonpartisipan dan wawancara, sedangkan data sekunder berasal dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan daring meliputi pembangunan jejaring virtual, pemantauan konten berisiko, pelaporan temuan, produksi dan distribusi konten perdamaian, serta pengelolaan situs. Kegiatan luring mencakup lokakarya, kelas, sosialisasi, dan diskusi kelompok terarah bagi generasi muda. Koordinasi dengan Pusat Media Damai berlangsung melalui komunikasi fungsional dua arah mengenai pemantauan, tema konten, dan program kerja. Hambatan utama mencakup ketimpangan akses internet, benturan kewajiban kerja dan studi, perbedaan status dan generasi, jarak geografis, serta perbedaan latar pendidikan dan kerangka rujukan. Temuan mendukung evaluasi berkelanjutan, rekrutmen yang lebih terarah, serta pelatihan komunikasi digital, literasi keagamaan, argumentasi, dan optimasi mesin pencari. Karena sumber tidak melaporkan jumlah partisipan maupun prosedur validasi, hasil dipahami sebagai deskripsi kasus yang terbatas, bukan ukuran umum efektivitas program.
Referensi
Asmani, Jamal Ma’mur. 2011. Tips Efektif Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan. Yogyakarta: Diva Press.
Bakti, Agus Surya. 2016. Deradikalisasi Dunia Maya: Mencegah Simbiosis Terorisme dan Media. Jakarta: Daulat Press.
Bungin, Burhan. 2008. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana.
Cangara, Hafied. 2007. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Combs, James E., & Dan Nimmo. 1994. Propaganda Baru: Kediktatoran Perundingan dalam Politik Masa Kini. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Effendy, Onong Uchjana. 2000. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hasibuan, Malayu S. P. 2014. Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara.
McQuail, Denis. 2011. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Salemba Humanika.
Narwoko, J. Dwi, & Bagong Suyanto. 2004. Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana.
Nasrullah, Rulli. 2015. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Pujileksono, Sugeng. 2015. Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif. Malang: Intrans Publishing.
Ruslan, Rosady. 2005. Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Rusman, Deni Kurniawan, & Cepi Riyana. 2011. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Yin, Robert K. 2008. Studi Kasus: Desain dan Metode. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Zuhdi, Muhammad Harfin. 2017. Radikalisme Agama dan Upaya Deradikalisasi Pemahaman Keagamaan. Akademika, 22(1), 199-224.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Edik Prayitno

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.