KEKERASAN SIMBOLIK DI RANAH MEDIA: ANALISIS TAYANGAN TELEVISI DAN PERILAKU ANAK

Penulis

  • Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid Jakarta; Badan Riset dan Inovasi Nasional Penulis
  • Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid Jakarta; Badan Riset dan Inovasi Nasional Penulis

DOI

10.59017/oratiodirecta.v3i2.63

Kata Kunci:

Kekerasan simbolik, Konstruksi media, Tayangan televisi, Perilaku anak, Literasi media

Abstrak

Kajian konseptual ini membahas kekerasan simbolik dalam tayangan televisi dan implikasinya terhadap sikap serta perilaku anak. Analisis memadukan empat perspektif: kekerasan simbolik Pierre Bourdieu, konstruksi realitas sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, kecemasan kepribadian Karen Horney, serta teori kultivasi George Gerbner. Kekerasan simbolik bekerja melalui relasi komunikasi timpang yang menormalkan makna, citra, bahasa, dan keyakinan bias. Televisi berkontribusi melalui pengulangan representasi yang dapat diinternalisasi anak sebagai realitas sosial yang wajar. Studi terdahulu yang dibahas dalam sumber menunjukkan hubungan antara terpaan, peniruan, ketakutan, agresi, dan distorsi persepsi, tetapi tidak membenarkan penjelasan sebab tunggal. Pendampingan keluarga dan literasi media dapat memutus proses tersebut dengan membantu anak memilih, mendiskusikan, serta mengevaluasi tayangan. Kajian merekomendasikan tanggung jawab terkoordinasi antara regulator, legislatif, industri media, mitra produksi, keluarga, sekolah, dan masyarakat sipil untuk memperkuat penyiaran ramah anak dan literasi media.

Referensi

Ahmadi, D., & Yohana, N. 2007. Kekerasan di televisi: Perspektif kultivasi. Mediator, 8(1), 91-101.

Arismunandar, S. 2009. Pierre Bourdieu dan pemikirannya tentang habitus, doxa, dan kekerasan simbolik. Diakses 25 Desember 2021.

Astuti, I. S., & Gani, R. 2007. Melacak Pola Pendampingan Orang Tua terhadap Anak pada Televisi. Laporan Penelitian LPPM Universitas Islam Bandung.

Bungin, B. 2015. Konstruksi Sosial Media Massa. Cetakan ketiga. Jakarta: Prenadamedia Group.

Fashri, F. 2007. Penyingkapan Kuasa Simbol: Apropriasi Refleksi Pemikiran Pierre Bourdieu. Yogyakarta: Juxtapose.

Herawati, R., & Palapah, M. A. O. 2011. Televisi dalam Kehidupan Anak. Prosiding Seminar Nasional LPPM Universitas Islam Bandung.

Huesmann, L. R., & Eron, L. D. 1986. Television and the Aggressive Child: A Cross-National Comparison. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum Associates.

Junaidi. 2018. Mengenal teori kultivasi dalam ilmu komunikasi. Simbolika, 4(1), 42-51.

Kotler, P., & Armstrong, G. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran. Jilid 1. Jakarta: Prenhallindo.

Munfarida, E. 2010. Kekerasan simbolik media pada anak. Komunika, 4(1), 72-90.

Piliang, Y. A. 2001. Sebuah Dunia yang Menakutkan: Mesin-Mesin Kekerasan dalam Jagat Raya yang Chaos. Bandung: Mizan.

Pradekso, T. 2014. Pengaruh kampanye pendidikan media pada perilaku anak dalam menonton televisi. Interaksi, 3(1), 1-14.

Semiun, Y. 2006. Kesehatan Mental 2. Yogyakarta: Kanisius.

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-09

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

KEKERASAN SIMBOLIK DI RANAH MEDIA: ANALISIS TAYANGAN TELEVISI DAN PERILAKU ANAK. (2021). Oratio Directa, 3(2), 32-35. https://doi.org/10.59017/oratiodirecta.v3i2.63