REPRESENTASI FEMINISME PADA TARI SIPATMO: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
DOI
10.59017/oratiodirecta.v3i2.61Kata Kunci:
Representasi feminisme, Semiotika, Roland Barthes, Tari Sipatmo, Budaya BetawiAbstrak
Penelitian ini mengkaji representasi feminisme pada Tari Sipatmo melalui semiotika Roland Barthes. Sipatmo merupakan tari Betawi yang dipengaruhi kebudayaan Tionghoa dan secara historis dipentaskan dalam upacara keagamaan sebelum berkembang menjadi tari pertunjukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui dokumentasi, pengamatan video, dan studi pustaka pada Februari hingga Juli 2019. Analisis denotasi, konotasi, dan mitos diterapkan pada tiga unsur busana dan tujuh tanda gerak. Hasil penelitian mengidentifikasi mahkota, anting, selendang, soja, ngawen, tipis, japin, nindak siliwang, lenggang tumpang depan, dan tapak dua sebagai tanda yang diasosiasikan peneliti dengan martabat, keindahan, penghormatan, penampilan diri, pengendalian tutur, perlindungan diri, dan spiritualitas. Penafsiran tersebut menunjukkan bahwa tanda pertunjukan dapat mengomunikasikan gagasan mengenai agensi perempuan, sekaligus tetap bergantung pada konvensi budaya dan pembacaan peneliti terhadap tari.
Referensi
Berger, Arthur Asa. 2000. Media Analysis Techniques. California: Sage Publications.
Hall, Stuart. 2003. Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.
Haroepoetri, Arimbi, & Valentina, R. 2004. Percakapan tentang Feminisme versus Neoliberalisme. Jakarta: DebtWATCH Indonesia.
Jazuli, M. 2016. Paradigma Pendidikan Seni. Sukoharjo: Farishma Indonesia.
Minarti, Helly. 2014. Telisik Tari DKI: Tari Betawi, Topeng & Cokek. Jakarta: Komite Tari-Dewan Kesenian Jakarta.
Sedyawati, Edi. 2008. Keindonesiaan dalam Budaya. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Sobur, Alex. 2017. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suparyono. 1990. Deskripsi Tari Sipatmo. Jakarta: Proyek Pembinaan Kesenian DKI Jakarta.
Tong, Rosemarie Putnam. 2008. Feminist Thought: Pengantar Paling Komprehensif kepada Arus Utama Pemikiran Feminis. Yogyakarta: Jalasutra.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Dina Sudarmika et al.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.