Negara di Tengah Ancaman Demokrasi Siber
DOI
10.59017/oratiodirecta.v2i2.54Kata Kunci:
Demokrasi siber, Media digital, Propaganda, Konflik sosial, Literasi digitalAbstrak
Artikel ini mengkaji secara kritis demokrasi siber sebagai konsekuensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis interaksi, partisipasi politik, propaganda, konflik, dan literasi digital dalam ruang publik virtual. Pembahasan menunjukkan bahwa demokrasi siber memperluas kebebasan berekspresi dan partisipasi politik, tetapi juga memungkinkan aktor politik menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, dan propaganda berbasis identitas. Penyalahgunaan anonimitas dan lemahnya literasi digital menimbulkan defisit demokrasi serta dapat memindahkan polarisasi dari ruang virtual ke kehidupan sosial. Penguatan literasi digital, kesadaran politik, dan komunikasi yang bertanggung jawab diperlukan untuk melindungi hak asasi manusia dan menjaga keberlanjutan demokrasi.
Referensi
Arifin, Anwar. 2011. Komunikasi Politik: Filsafat, Paradigma, Teori, Tujuan, Strategi, dan Komunikasi Politik Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Gatara, Asep A. Sahid. 2016. Demokrasi Nothing: Kritik terhadap Konsep dan Praktik Cyber Democracy. Jurnal Dialog Kebijakan Publik, Edisi 22 Desember 2016. Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.
Mauludi, Sahrul. 2019. Socrates Cafe. Jakarta: Elex Media Komputindo.
McQuail, Denis. 2011. Teori Komunikasi Massa McQuail. Jakarta: Salemba Humanika.
Mukarom, Zaenal. 2016. Komunikasi Politik. Bandung: Pustaka Setia.
Nasrullah, Rulli. 2017. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Rivers, William L., Jay W. Jensen, dan Theodore Peterson. 2003. Media Massa dan Masyarakat Modern. Jakarta: Kencana.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta.
Suhelmi, Ahmad. 2007. Pemikiran Politik Barat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Susan, Novri. 2010. Pengantar Sosiologi Konflik dan Isu-Isu Konflik Kontemporer. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Suyanto, Bagong, dan Sutinah, ed. 2010. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Kencana.
Syahputra. 2017. Demokrasi Virtual dan Perang Siber di Media Sosial: Perspektif Netizen Indonesia. Jurnal ASPIKOM, 3(3), 457-475.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Faisyal

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.