Perspektif Feminis dalam Media Komunikasi Film: Wacana Kritis Perjuangan Keadilan Gender dalam Film Three Billboards Outside Ebbing, Missouri
DOI
10.59017/oratiodirecta.v1i2.62Kata Kunci:
Film, Penindasan, Feminisme, Keadilan gender, Analisis wacana kritisAbstrak
Penindasan terhadap perempuan dalam memperoleh keadilan merupakan fenomena lama yang terus menjadi kontroversi dan perbincangan publik. Persoalan tersebut digambarkan dalam film Three Billboards Outside Ebbing, Missouri, yang mengisahkan perjuangan seorang ibu dalam menuntut keadilan atas pembunuhan putrinya. Penelitian ini mengkaji kontradiksi dan konflik dalam pandangan aparat hukum sebagai bentuk pembentukan kapital dan dominasi kelas. Teori feminisme dan kelompok bungkam digunakan melalui metode analisis wacana kritis Norman Fairclough. Analisis representasi, relasi, dan identitas menunjukkan adanya dominasi terhadap perempuan dalam memperoleh keadilan hukum. Film menampilkan representasi feminisme liberal dengan ideologi feminis Marxis yang memandang perempuan sebagai bagian dari proletariat dan menekankan emansipasi perempuan untuk memperoleh kesetaraan gender serta keadilan hukum.
Referensi
Dzuhayatin, Siti Ruhaini, Fakih, Mansour, et al. 2000. Membincang Feminisme: Diskursus Gender Perspektif Islam. Surabaya: Risalah Gusti.
Eriyanto. 2006. Analisis Wacana: Suatu Pengantar. Yogyakarta: LKiS.
Gaus, Gerald F., dan Chandran Kukathas. 2012. Handbook Teori Politik. Bandung: Nusa Media.
Gross, Elizabeth, dan Carole Pateman. 1986. Feminist Challenges: Social and Political Theory. Boston: Northeastern University Press.
Haryatmoko. 2017. Critical Discourse Analysis: Analisis Wacana Kritis. Jakarta: Rajawali Pers.
Hidayatullah, S. 2010. Teologi Feminisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pusat Kajian Wanita dan Gender Universitas Indonesia. 2004. Hak Asasi Perempuan: Instrumen untuk Mewujudkan Keadilan Gender. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Ida, Rachmah. 2014. Metode Penelitian Kajian Media dan Studi Budaya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Miller, Katherine. 2005. Communication Theories. Edisi kelima. New York: McGraw-Hill.
Lovenduski, Joni. 2008. Politik Berparas Perempuan. Yogyakarta: Kanisius.
Ollenburger, Jane C., dan Helen A. Moore. 2002. Sosiologi Wanita. Jakarta: Rineka Cipta.
Wieringa, Saskia. 1992. “Ibu or the Beast: Gender Interests in Two Indonesian Women’s Organizations.” Feminist Review, No. 41: 98–113.
Subhan, Z. 2004. Kekerasan terhadap Perempuan. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.
Sunarto. 2004. Perempuan di Televisi. Jakarta: Kompas Gramedia.
Sobur, Alex. 2004. Analisis teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Semiotika, dan Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Stokes, Jane. 2016. How to Do Media and Cultural Studies. Yogyakarta: Bentang.
Hannam, June. 2007. Feminism. Harlow: Pearson Longman.
Tong, Rosemarie Putnam. 2010. Feminist Thought. Yogyakarta: Jalasutra.
Wolf, Naomi. 1991. The Beauty Myth. New York: William Morrow.
Nelmes, Jill. 2007. “Gender and Film.” Dalam Introduction to Film Studies, edisi keempat. New York: Routledge.
Hollows, Joanne. 2010. Feminisme, Feminitas, dan Budaya Populer. Yogyakarta: Jalasutra.
van Zoonen, Liesbet. 1992. “Gender and Film.” Dalam Femmes Fatales: Feminism, Film Theory and Psychoanalysis. Amsterdam: University of Amsterdam.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2018 Radita Gora Tayibnapis et al.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.