Analisis Wacana Kritis Berita Penerapan Revolusi Mental dalam Penegakan Hukum
DOI
10.59017/oratiodirecta.v1i2.36Kata Kunci:
Revolusi Mental, Pers, Penegakan Hukum, Analisis Wacana Kritis, Berita DaringAbstrak
Penelitian ini mengkaji konstruksi berita Merdeka.com dan Kompas.com mengenai penerapan Revolusi Mental dalam penegakan hukum. Dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough, penelitian menelaah representasi teks, praktik wacana, dan praktik sosial pada tujuh kelompok pemberitaan mengenai pejabat publik, kebijakan pemerintah, dan perkara penegakan hukum. Wawancara dengan pengelola redaksi dan observasi pendukung digunakan untuk menafsirkan pembingkaian masing-masing media. Hasil analisis menunjukkan bahwa Merdeka.com cenderung menyampaikan kritik dan atribusi tanggung jawab secara lebih tegas, sedangkan Kompas.com lebih menekankan klarifikasi, konteks prosedural, dan pilihan bahasa yang berhati-hati. Perbedaan tersebut memperlihatkan pengaruh orientasi editorial terhadap pemaknaan publik mengenai akuntabilitas dan penegakan hukum.
Referensi
Alwasilah, Chaedar. 2003. Pokoknya Kualitatif. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.
Badara, Aris. 2012. Analisis Wacana: Teori, Metode, dan Penerapannya pada Wacana Media. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Bogdan, Robert C., dan Steven J. Taylor. 1992. Introduction to Qualitative Research Methods: A Phenomenological Approach in the Social Sciences. Surabaya: Usaha Nasional.
Bungin, Burhan. 2008. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Hamad, Ibnu. 2004. Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa. Jakarta: Granit.
Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Edisi keempat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Latif, Yudi, dkk. 1996. Bahasa dan Kekuasaan. Bandung: Mizan.
McQuail, Denis. 1994. Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.
Miles, Matthew B., dan A. Michael Huberman. 1994. Qualitative Data Analysis. London: Sage Publications.
Moleong, Lexy J. 1994. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Moleong, Lexy J. 2000. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muda, Deddy Iskandar. 2005. Jurnalistik Televisi: Menjadi Reporter Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Deddy. 2001. Metode Penelitian Komunikasi: Contoh-contoh Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Oetomo, Dede. 1993. Pelahiran dan Perkembangan Analisis Wacana. Yogyakarta: Kanisius.
Salim, Agus. 2006. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Sobur, Alex. 2006. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Soekanto, Soerjono. 1983. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Grafindo Persada.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Cetakan ke-17. Bandung: Alfabeta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Sindonews.com. “Revolusi Mental.” http://nasional.sindonews.com/read/862272/18/revolusi-mental-1 399703113.
Kompas.com. “Retorika Revolusi Mental.” http://nasional.kompas.com/read/2015/04/29/00160011/Retor ika.Revolusi.Mental.
Kompas. “Pentingnya Revolusi Mental bagi NKRI.” 17 Mei 2014.
Kompas.com. “Jokowi dan Arti Revolusi Mental.” 17 Oktober 2014.
Okezone.com. “SBY Kritik Revolusi Mental Jokowi.” 25 April 2015.
Merdeka.com. “Menagih Janji Revolusi Mental Jokowi-JK.” 28 Juli 2015.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2018 Feri Sanjaya

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.