MARHAEN DIGITAL: PEMIKIRAN SOEKARNO, TEKNOLOGI, DAN GENERASI Z
DOI
10.59017/oratiodirecta.v8i1.119Kata Kunci:
Marhaenisme digital, Soekarno, Kapitalisme platform, Pekerja gig, Generasi ZAbstrak
Teknologi digital dan kapitalisme platform telah mengubah relasi ekonomi serta politik sekaligus menghasilkan bentuk baru ketimpangan. Kajian konseptual ini membahas relevansi kontemporer Marhaenisme Soekarno dan hubungannya dengan pekerja platform serta Generasi Z. Analisis menyintesis literatur mengenai Marhaenisme, kerja digital, manajemen algoritmik, risiko kerja gig, dan aktivisme digital. Marhaen digital didefinisikan sebagai aktor yang rentan secara ekonomi dan mungkin memiliki alat operasional seperti sepeda motor, telepon pintar, atau komputer, tetapi tidak menguasai platform, algoritma, data, harga, atau aturan akses yang mengorganisasi pekerjaannya. Teknologi karena itu bersifat ambivalen: memperluas akses pasar, peluang penghidupan, dan suara publik, sekaligus meningkatkan ketergantungan, pengawasan, ketidakamanan kerja, dan ekstraksi nilai yang tidak setara. Generasi Z diposisikan sebagai sekutu potensial karena kedekatannya dengan media berjaringan dan mobilisasi digital, bukan sebagai kelompok yang seragam atau selalu progresif. Titik temu marhaen digital dan Generasi Z terletak pada visibilitas kolektif, literasi digital kritis, pengorganisasian pekerja, dan tuntutan akuntabilitas platform. Marhaenisme digital dengan demikian merupakan kerangka normatif bagi keadilan teknologi, bukan penolakan terhadap teknologi. Karena kajian tidak mengumpulkan wawancara pekerja, data platform, atau survei Generasi Z, simpulannya berupa proposisi konseptual yang perlu diuji dalam ekonomi platform Indonesia.
Referensi
Adams, Cindy. 1965. Sukarno: An Autobiography as Told to Cindy Adams. Indianapolis: Bobbs-Merrill.
Buissink, A. 2023. The Machine System of Digital Labor Platforms and the Algorithm as Transmitting Mechanism. Rethinking Marxism, 35(1), 8-23. doi: 10.1080/08935696.2022.2159718.
Gandini, Alessandro. 2021. Digital Labour: An Empty Signifier? Media, Culture & Society, 43(2), 369-380. doi: 10.1177/0163443720948018.
Jayatissa, K. A. D. U. 2023. Generation Z: A New Lifeline. A Systematic Literature Review. Sri Lanka Journal of Social Sciences and Humanities, 3(2), 179-186.
Kaplan, E. B. 2020. The Millennial/Gen Z Leftists Are Emerging: Are Sociologists Ready for Them? Sociological Perspectives, 63(3), 408-427.
Kuswono. 2016. Marhaenism: Social Ideology Created by Sukarno. Historia, 4(2), 119-130. doi: 10.24127/hj.v4i2.549.
Mumtaha, H. A., & H. A. Khoiri. 2019. Analisis Dampak Perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 pada Perilaku Masyarakat Ekonomi. Jurnal Pilar Teknologi, 4(2), 55-60.
Peredy, Z., L. Vigh, W. Quingyu, & J. Muyi. 2024. Analysing Generation Z Communication Attitudes, Values and Norms. Acta Periodica, 30, 4-19.
Pradipta, Muhammad Arya, Abdul Wafi, Marita, Rahmadani Luthfiah, Fariz Ikhsan, & Prawidya Raihan Syafaat. 2024. Cinta Tanah Air pada Era Digital: Peran Generasi Z dalam Mempertahankan Identitas Nasional. Populer, 3(4), 109- 118.
Robin, P., S. Alvin, & T. Hasugian. 2022. Gen-Z Perspective on Politics: High Interest, Uninformed, and Urging Political Education. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 11(3).
Taylor, K., P. Van Dijk, S. Newnam, & D. Sheppard. 2023. Physical and Psychological Hazards in the Gig Economy System: A Systematic Review. Safety Science, 166, 106234. doi: 10.1016/j.ssci.2023.106234.
Vallas, Steven, & Juliet B. Schor. 2020. What Do Platforms Do? Understanding the Gig Economy. Annual Review of Sociology, 46, 273-294.
Wang, Jing, & Julia Tomassetti. 2024. Labor-Capital Relations on Digital Platforms: Organization, Algorithmic Discipline and the Social Factory Again. Sociology Compass, 18(3), e13192.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Novance Silitonga et al.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.