KOMUNIKASI KRISIS PEMERINTAHAN PRABOWO DALAM KASUS TEROR KEPALA BABI KE REDAKSI TEMPO
DOI
10.59017/oratiodirecta.v8i1.118Kata Kunci:
Komunikasi krisis, Kemerdekaan pers, Komunikasi pemerintah, Keselamatan jurnalis, TempoAbstrak
Penelitian ini menganalisis komunikasi krisis pemerintahan Prabowo setelah pengiriman kepala babi ke redaksi Tempo pada Maret 2025. Peristiwa tersebut dipahami publik sebagai intimidasi terhadap jurnalis dan kemerdekaan pers. Penelitian menggunakan studi kasus deskriptif kualitatif dengan menelaah pemberitaan, pernyataan publik pejabat pemerintah, pernyataan organisasi keselamatan jurnalis, dan literatur pendukung. Kriteria komunikasi krisis dan teori pers otoritarian digunakan untuk mengevaluasi kecepatan respons, empati, konsistensi pesan, tanggung jawab institusional, dan pemulihan kepercayaan. Analisis menunjukkan bahwa pernyataan publik yang meremehkan ancaman dan dikaitkan dengan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan mengalihkan perhatian dari serangan ke nada komunikasi pemerintah, memperbesar kritik, dan tidak konsisten dengan jaminan kebebasan pers. Respons belum cukup menonjolkan kepedulian terhadap korban, tindak lanjut penegakan hukum, atau pesan pemulihan yang terkoordinasi. Kasus ini memperlihatkan bahwa kekurangan empati dan disiplin pesan dapat mengubah insiden keamanan eksternal menjadi krisis reputasi pemerintah. Namun, pelaku yang belum diketahui dan ketiadaan bukti keterlibatan pemerintah membatasi kajian pada evaluasi komunikasi publik; artikel tidak menetapkan keterlibatan pemerintah dalam teror. Respons yang kredibel memerlukan empati berpusat pada korban, pembaruan faktual, pesan lintas lembaga yang konsisten, perlindungan kerja jurnalistik, dan tindak lanjut yang transparan.
Referensi
Aliansi Jurnalis Independen Jakarta & LBH Pers. 2025. Teror Kepala Babi ke Jurnalis Tempo: Serangan Berbahaya terhadap Kemerdekaan Pers. 20 Maret 2025.
Arifin, Anwar. 2011. Komunikasi Politik: Filsafat, Paradigma, Teori, Tujuan, Strategi dan Komunikasi Politik Indonesia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Aziz, Muhammad Saiful. 2020. Komunikasi Krisis Pemerintah Indonesia dalam Penanganan Covid-19. Masyarakat Indonesia, 46(2).
Coombs, W. Timothy. 2010. Parameters for Crisis Communication. In W. Timothy Coombs & Sherry J. Holladay (Eds.), The Handbook of Crisis Communication. Chichester: Wiley-Blackwell.
Dewan Pers. 2025. Dewan Pers Luncurkan Mekanisme Nasional Keselamatan Pers. Siaran Pers No. 11/SP/DP/VI/2025.
Frandsen, Finn, & Winni Johansen. 2007. The Apology of a Sports Icon: Crisis Communication and Apologetic Ethics. Hermes: Journal of Language and Communication Studies, 38, 85-104.
Khatami, Muhammad Iqbal. 2025. Teror Kepala Babi, Kebebasan Pers, dan Buruknya Komunikasi Pemerintah. Detik, 24 Maret 2025.
McQuail, Denis. 2011. Teori Komunikasi Massa McQuail. Jakarta: Salemba Humanika.
Ndraha, Taliziduhu. 2003. Kybernology: Ilmu Pemerintahan Baru. Jakarta: Rineka Cipta.
Nova, Firsan. 2009. Crisis Public Relations: Bagaimana PR Menangani Krisis Perusahaan. Jakarta: Grasindo.
Ruslan, Rosady. 2016. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Siebert, Fred S., Theodore Peterson, & Wilbur Schramm. 1956. Four Theories of the Press. Urbana: University of Illinois Press.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta.
Suprawoto. 2018. Government Public Relations: Perkembangan dan Praktik di Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.
Suyanto, Bagong, & Sutinah, eds. 2010. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif Pendekatan. Jakarta: Kencana.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Faisyal et al.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.