REINTEGRASI DAN KONTRA-RADIKALISME: STUDI KASUS EFEKTIVITAS PROGRAM DERADIKALISASI BNPT DI LAPAS KHUSUS SENTUL
DOI
10.59017/oratiodirecta.v8i1.117Kata Kunci:
Deradikalisasi, BNPT, Lapas Khusus Sentul, Reintegrasi sosial, Pendampingan pascapidanaAbstrak
Penelitian ini mengevaluasi program deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme di Lapas Khusus Kelas IIB Sentul, Bogor. Desain studi kasus kualitatif memadukan observasi lapangan, analisis dokumen, dan wawancara terhadap 35 informan yang terdiri atas 20 mantan narapidana terorisme, lima instruktur BNPT, lima petugas pemasyarakatan, dan lima akademisi studi terorisme. Efektivitas program dikaji pada dimensi jangka pendek, menengah, dan panjang, meliputi partisipasi, perubahan perilaku dan sikap, reintegrasi sosial, serta ketahanan terhadap perekrutan ulang. Sumber melaporkan bahwa pendidikan wawasan kebangsaan, dialog keagamaan moderat, konseling psikologis, dan pelatihan vokasional mendukung kerja sama serta pelepasan dari kekerasan selama dan sesudah masa pidana. Dari 20 mantan narapidana yang diwawancarai, 14 dilaporkan mampu berintegrasi secara damai dan merintis penghidupan mandiri, sedangkan enam masih menghadapi kesulitan sosial dan ekonomi. Keberlanjutan jangka panjang dibatasi stigma, akses kerja, dan tekanan jaringan ekstremis lama. Penelitian karena itu mengusulkan pendampingan berbasis komunitas yang melibatkan instansi pemerintah, fasilitator daerah, masyarakat sipil, keluarga, dan komunitas penerima. Indikator program sebesar 85% tidak dapat diaudit secara independen karena sumber tidak menjelaskan denominator, himpunan dokumen, jejak pengodean, persetujuan etik, atau periode pengukuran residivisme; angka tersebut diperlakukan sebagai indikator laporan sumber, bukan estimasi populasi terverifikasi.
Referensi
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. 2021. Rencana Strategis BNPT 2020-2024. Jakarta: BNPT.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. 2021. Standar Operasional Prosedur Pengamanan dan Pendampingan Program Deradikalisasi. Jakarta: BNPT.
Bjørgo, Tore, & John Horgan, eds. 2009. Leaving Terrorism Behind: Individual and Collective Disengagement. London: Routledge.
Borum, Randy. 2011. Radicalization into Violent Extremism II: A Review of Conceptual Models and Empirical Research. Journal of Strategic Security, 4(4), 37-62.
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. 2025. 16 Napiter Lapas Khusus Sentul Ikrar Setia NKRI, Ditjenpas Tegaskan Komitmen Deradikalisasi. Jakarta: Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Gibson, James L., John M. Ivancevich, James H. Donnelly, & Robert Konopaske. 2012. Organizations: Behavior, Structure, Processes. 14th ed. New York: McGraw-Hill.
Golose, Petrus Reinhard. 2020. Deradikalisasi Terorisme: Humanis, Soul Approach, dan Menyentuh Akar Masalah. Jakarta: YPKIK.
Horgan, John. 2009. Walking Away from Terrorism: Accounts of Disengagement from Radical and Extremist Movements. London: Routledge.
Hwang, Julie Chernov. 2018. Why Terrorists Quit: The Disengagement of Indonesian Jihadists. Ithaca: Cornell University Press.
Jones, Sidney. 2018. How Radicalization Happens in Indonesia. Asian Affairs, 49(1), 102-114.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, & Johnny Saldaña. 2014. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Thousand Oaks: Sage.
Rabasa, Angel, Stacie L. Pettyjohn, Jeremy J. Ghez, & Christopher Boucek. 2010. Deradicalizing Islamist Extremists. Santa Monica: RAND Corporation.
Schulze, Kirsten E. 2019. The Jakarta Attacks and the Evolution of the Islamic State Threat in Indonesia. CTC Sentinel, 12(6), 14-20.
Sumpter, Cameron. 2017. Countering Violent Extremism in Indonesia: Priorities, Practice and the Role of Civil Society. Journal for Deradicalization, 11, 112-147.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Edik Prayitno

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.