INTERPRETASI MAKNA SPIRITUAL INDIVIDUAL PADA ZIARAH WALI SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN
DOI
10.59017/oratiodirecta.v7i1.104Kata Kunci:
Fenomenologi, Makna spiritual, Peziarah, Silaturahmi, Ziarah waliAbstrak
Penelitian fenomenologis kualitatif ini mengkaji makna spiritual individual yang dilekatkan pada ziarah di makam Sultan Maulana Hasanuddin, Banten. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan lima peziarah yang disamarkan sebagai Ki, Pak Sho, Pak Iw, Pak Fa, dan Bu Ay. Analisis menunjukkan bahwa ziarah dimaknai sebagai momentum memperbarui keimanan, memperkuat ibadah, mencari keseimbangan spiritual, mengingat kematian, serta membangun ikatan emosional dan spiritual dengan sesama peziarah. Doa, zikir, pembacaan Al-Qur'an, dan refleksi digambarkan sebagai praktik yang menghubungkan peziarah dengan Tuhan dan memberi ketenangan ketika menghadapi kesulitan hidup. Ziarah juga dipahami sebagai silaturahmi yang menghubungkan pengalaman personal, tradisi keagamaan, dan komunitas. Namun, sumber tidak melaporkan rekrutmen peserta, profil demografis, durasi wawancara, tahap analisis, refleksivitas, konfirmasi informan, atau saturasi data. Temuan karena itu merepresentasikan pengalaman lima partisipan pada satu lokasi dan tidak dapat digeneralisasikan kepada seluruh peziarah. Makna spiritual individual memadukan dimensi eksistensial berupa tujuan hidup dan keterhubungan sosial dengan dimensi religius yang berpusat pada ibadah serta hubungan dengan Tuhan.
Referensi
Ardianto, E. 2011. Metodologi Penelitian untuk Public Relations Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Chambert-Loir, H., & Guillot, C. 2010. Ziarah dan Wali di Dunia Islam. Jakarta: Serambi.
Eickelman, D. F., & Piscatori, J., eds. 1990. Muslim Travellers: Pilgrimage, Migration, and Religious Imagination. London: Routledge.
Hardiman, F. B. 2003. Heidegger dan Mistik Keseharian: Suatu Pengantar Menuju Sein und Zeit. Jakarta: KPG.
Hasbiansyah, O. 2005. Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator, 6(2), 163-180.
Mulyana, D. 2020. Filsafat Komunikasi: Tradisi, Teori, dan Metode Penelitian Fenomenologi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Pranowo, B. 2009. Memahami Islam Jawa. Jakarta: Pustaka Alvabet.
Purwadi, dkk. 2006. Jejak Para Wali dan Ziarah Spiritual. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Rohman, S. 2013. Hermeneutik: Panduan ke Arah Desain Penelitian dan Analisis. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sobur, A. 2013. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Dina Sudarmika et al.

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.