Perlindungan Hukum terhadap Penganut Kepercayaan Lokal

Penulis

DOI

10.59017/setara.v1i1.223

Kata Kunci:

Legal Protection, Local Trust, Multicultural Country, Constitutional Rights, Statute Approach

Abstrak

Indonesia is a multicultural country, born of various ethnic groups, religions, cultures, races, and languages. One proof as a multicultural country is the existence of a belief in the Almighty God or local beliefs that existed before entering religion originating from outside Indonesia, and broadcasted in Indonesia, namely Islam, Christianity, Catholicism, Hinduism, Buddhism, and KongHuCu. Local Believers have not received legal protection and have not obtained their rights because there are several legislative regulations in this country that hinder the Adherents of Local Trust from obtaining their constitutional rights. The formulation of this research problem is how is Legal Protection Against Adherents to Local Trust? and how to fulfill the constitutional rights of adherents to local beliefs? The Research Approach is based on the research questions that have been formulated before, so this research will be used as a normative juridical research method. Furthermore, this study uses a statute approach. The law approach is carried out by examining all laws or regulations relating to research. The state must provide legal protection for all Indonesian people, including Adherents to Local Trust. The foundation is based on Pancasila as an ideological basis and the foundation of the country's philosophy.

Referensi

Alwasilah, A. C. (2003). Pokoknya kualitatif: Dasar-dasar merancang dan melakukan penelitian kualitatif. Pustaka Jaya.

Gahral Adian, D. (2002). Menyoal objektivisme ilmu penetration: Dari David Hume sampai Thomas Kuhn. Teraju.

Indrawardana, I. (2011, Desember 19–22). Parodi antropologi FISIP UNPAD Bandung [Makalah]. Konferensi Internasional Budaya Sunda II, Revitalisasi Budaya Sunda: Peluang dan Tantangan dalam Dunia Global, Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia.

Kementerian Agama RI. (2012). Dinamika sistem kepercayaan lokal di Indonesia. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. (2006). Ensiklopedi kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Direktorat Jenderal Nilai Budaya Seni dan Film, Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Koentjaraningrat. (2002). Pengantar ilmu antropologi. PT. Rineke Cipta.

Muktie, A. F. (2005). Tipe negara hukum. Bayumedia Publishing.

Rahardjo, S. (1998, Februari 10). Paradigma ilmu hukum Indonesia dalam perspektif sejarah [Makalah]. Simposium Paradigma dalam Ilmu Hukum Indonesia PDIH UNDIP, Semarang, Indonesia.

Sibuea, H. P. (2010). Asas negara hukum, peraturan kebijakan & asas-asas umum pemerintahan yang baik. Penerbit Erlangga.

Wahid, S. (2008, Februari 13). Jaminan perlindungan hak asasi manusia untuk kebebasan beragama dan berkeyakinan [Makalah]. Seminar Jaminan Perlindungan Hukum dan HAM untuk Kebebasan Beragama dan Beribadah Menurut Agama dan Kepercayaan, Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Indonesia.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik).

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Unduhan

Diterbitkan

2018-06-06

Cara Mengutip

Perlindungan Hukum terhadap Penganut Kepercayaan Lokal. (2018). SETARA : Jurnal Ilmu Hukum, 1(1). https://doi.org/10.59017/setara.v1i1.223